Daily Sky Udah Setahun!~

tumblr_mpcfcaJofN1rnj37so1_500

Alhamdulillah, blog ini masih istiqomah diurusin sama yang punya 😀 ngga kerasa udah setahun daily sky online di dunia maya. Biarpun rata-rata isinya abstrak alias gaje, aku sih oke-oke aja 😀

Jadi ya masbro, mbasist, dulu asal muasal lahirnya blog ini adalah, atas kebosenan sang author, alias saya, yang lagi dalam masa transisi SMA dan kuliah, karena alhamdulillah dapet libur yang lumayan cukup lama, yaitu selama 3 bulan, jadinya aku mikir untuk nulis aja, dan wordpress-lah yang terpilih sebagai tempat tulisanku ini bersarang, weilah-_-

Kenapa namanya daily sky?

karena kebetulan aku sukaaa banget sama yang namanya langit, entah kenapa kalo ngeliat langit kayanya lapang, tenang, adem dan pengen banget ke sana. Dan juga kuberi tambahan Daily supaya lebih berarti ke “apa warna langitmu hari ini”, karena di bawah langit ada banyak sekali kehidupan, jadi Daily Sky itu maksudnya “apa yang kamu alami hari ini?”… hehe, nggak nyambung ya? yaudah sih 😀

sebenernya blog ini menurut aku rada mirip kaya diary, karena emang sebelumnya suka baca-baca diary seseorang yang diabadikan dalam blog, eh aku jadi tertarik wkwk… tapi kadang blog ini juga bisa jadi lembaran-lembaran puisi kalo authornya lagi melow, atau syahdu, atau lagi nemu something yang inspiratif banget buat di konvert jadi tulisan (kayak) sastra hehe

dan aku juga pernah baca tulisan seseorang, “membacalah maka kau hidup, dan menulislah maka kau kekal”. Artinya dengan tulisan ini, sekalipun kita ngga ada, orang-orang bisa tau kalo kita pernah ada, ya salah satunya dengan membaca tulisan-tulisan kita. Aku berdoa semoga tulisan-tulisan yang aku buat bukan malah menjadi dosa jariyah sekalipun aku-nya ini udah ngga ada, alias died 🙂

Dan aku juga termsuk orang yang shor term memory, maka dengan blog ini aku mau keep my moments on my writing, hehe kan lucu kalau beberapa tahun lagi aku flashback ke tulisan-tulisan lama aku, terus aku ketawa karena aku absurd banget. Jangan-jangan nanti aku tetep absurd, ya Allah jangan ;(

Kalo dari penulisnya sendri, alhamdulillah belum banyak perubahan, dulu single fighter sekarang juga masih :p, dll dll ya mungkin ada, karena sekarang makin banyak yang ingin diraih, makin banyak masalahnya, hehe namanya juga orang hidup 🙂

hmm mungkin segitu aja dulu, see you!~

Mardiana Zulfa, 11 Agustus 2015

Tangerang Selatan^^

Cinta, Antara Realita dan Definisi

00d8e022d069c358679c7d8d182136e3

Kulihat orang lalu lalang jatuh cinta sampai jadi gila
Kulihat orang menderita karena cinta sampai hampir mati

padahal aku memandang cinta itu mulia
cinta itu membawakan ketenangan
bukan kegalauan, kegamangan dan kegelisahan

Kulihat banyak orang kehilangan arah, karena buta oleh cinta
Kulihat banyak orang tersesat, karena mengikuti cinta

padahal aku memandang cinta itu cahaya
bukan kegelapan, kesesatan dan kehilangan

Cinta mana yang aku cari
Cinta mana yang mereka rasai

Lebih baik aku tak pernah mencinta, kalau aku hanya dibuatnya sengsara

Lebih baik aku mencinta selamanya, jika kudapati Ia sebagaimana definisinya yang sebenarnya

#love #lovelife #loveislove #loveit #lovephoem #loveisironic #abstract

Aku Tidak Tau

night-run-bitch-storm-thunder-Favim.com-370099

Jauh hari semakin berlalu, usia yang dilalui semakin bertambah, dan masa yang tersisa semakin berkurang.

Aku tak tau di bumi mana, kematian itu akan datang.

Aku tak tau di waktu kapan, usiaku ‘kan berakhir.

Aku tak tau berapa banyak waktu yang telah dilalui untuk hal – hal yang bermanfaat.

Aku tak tau berapa banyak kewajiban yang aku tinggalkan.

Aku tak tau berapa banyak hati – hati yang pernah kusakiti, apakah mereka memaafkan?

Aku tak tau hal apa yang dapat kujadikan alasan, Rabb semesta alam memasukkanku ke tempat terbaik, sedang aku bukanlah siapa –siapa.

Aku tak tau seberapa menyesalnya aku kelak, tatkala aku tau aku banyak kesalahan.

Aku tak tau dimana orang – orang yang kusayangi berada, semua sibuk dengan urusannya masing – masing.

Sungguh waktu, aku tak tau.

Gadis Kecil Itu. . .

1845108

(tulisan ini, ditulis beberapa bulan lalu, dan baru saja sempat dipublish -_- )

Jum’at kemarin waktu menunggu angkot, saat aku pulang kuliah di siang hari yang panas, aku berpapasan dengan seorang gadis kecil pembawa kantong barang” bekas. Gadis itu berbeda dengan (maaf) –pemulung- yang lain, ia mengenakan kerudung putih, celana panjang merah dan baju panjang, sopan sekali. kukira usianya sekitar kelas 4-6 SD, ia lewat dihadapanku sambil tersenym manis sekali, untuk siapa? Aku :’) iya, dia terseyum sambil menundukkan kepala seakan mengucap ‘permisi’ buatku, padahal aku sedang mnggunakan masker.

Yasudah memang perjumpaan kami hanya beberapa detik saja, tapi wajah itu, mungkin akan selalu kuingat.

Betapa manisnya senyum itu, menghiasi wajahnya yang lelah mencari gelas-gelas a*ua bekas, di tengah hari yang panas, dalam hiruk pikuk kehidupan kota serta lalu lalang orang-orang di luar sana.

Apa ya perasaannya saat melihat anak seusianya hdup dengan segala fasilitas? Sedang ia harus bersusah susah dulu mencari barang bekas itu demi sesuap nasi atau mugkin menabung untuk biaya sekolah

“maka ni’mat mana lagi yang kau dustakan Naa?”

just a self reminder for me, Mardiana Zulfa, yang harus selalu diingatkan untuk bersyukur

Guru Sekolah Dasar

etry

Profesi paling menarik pertama kali dalam hidupku adalah menjadi seorang guru sekolah dasar. Kenapa guru sekolah dasar? Karena mengajar mereka berarti sambil bermain dan bercengkerama kepada mereka layaknya seperti seorang ibu bagiku. Anak-anak seusia sd adalah anak-anak yang masih mudah dibentuk dan belum terlalu banyak terkontaminasi arus pergaulan yang negatif, oleh karena itu, aku ingin sekali bukan hanya menjadi guru mereka yang setiap hari datang menyampaikan pelajaran lalu pulang, tapi aku ingin menyelipkan materi akhlak yg baik untuk mereka, merangkai pola pikirnya dan membuka mata mereka mengenai dunia yang lebih besar dan complicated yang akan mereka hadapi di kemudian hari.

Dibalik itu semua ada seorang guru sd-ku yang masih sampai saat ini tidak pernah aku lupakan, dia adalah Pak Ngadeni, S.Pd. orang asli Gunungkidul, Yogyakarta ini menurutku beda dengan guru-guru yang lain pada saat itu. Suara motor nya yang begitu khas, caranya melihat orang, dan terutama caranya mengajarkan masih jelas sekali dipikiranku. Dan Karena beliau pulalah aku jadi sangat mencintai matematika, walau setelahnya silih berganti datang guru matematika yang sifatnya tidak sama dngan beliau, aku tetap tak berubah, aku masih menyukai matematika.

Karena pekerjaan itu bukan hanya masalah berapa penghasilan yang kau dapat, tapi kepuasan apa yang kau dapat darinya dan seberapa besar manfaatmu untuk kemajuan negeri ini. Cheer up!

Pertama Kali Ditinggalkan

images (49)

Rasanya ditinggalkan itu menyedihkan, yang tadinya bersama kemudian dia pergi itu terasa ada yang hilang. Itulah yang aku rasakan pada awal kenaikan kelas 6 SD dulu. Ketika itu, aku beru mengerti bahwa kata ‘meninggal dunia’ itu memang benar-benar ada. Ketika sahabatku Tiwi pergi untuk selama-lamanya.

Pagi itu, aku dapat sebuah pesan dari temanku (Ros) “innalillahi wa inna ilaihi roji’uun, teman kita Arlin Pratiwi pada pukul 2 pagi tadi……”astaghfirullah, aku lemas. Akhirnya kuberanikan dir datang ke rumahnya bersama Sindy dan Fatma.

Di sana, aku melihat tubuhnya sudah tidak berdaya lagi, seolah tertidur pulas dengan wajah yang agak letih, seakan baru mengalami kejadian yang berat…

Aku terpaku dan tiba-tiba keluar dari mulutku, “Tiwi…..” dengan nada yang mungkin takkan pernah ada yang dengar. Di sampingnya ada Ibunya yang sudah tidak lagi menangis, tapi jelas terlihat matanya sembab, aku yakin air matanya mungkin telah mengering, melepas kepergian putrinya tercinta.

Aku segera keluar, karena Tiwi akan segera dimandikan. Hingga sampai dirinya siap dibawa kepemakaman, aku masih ada di sana.

Tadinya aku Sindy dan Fatma bingung, “Apa kita harus ikut juga ya?” dan jelas jawabannya adalah ikut. Kapan lagi? Ini adalah perjalanan kami bersamanya yang terakhir.

Kulihat kiri kanan jalan yang kami lalui bersama orang-orang, ya Allah ini perjalanan terakhirnya… aku takut, iya perasaan takut mati muncul saat itu. Aku melihat tubuhnya dimasukkan ke dalam liang itu, dan ayahnya ada di sana, sudah tidak menangis lagi.

Aku bilang, “kasian ya Tiwi…..”

Ayahnya bilang, “Nggaa, justru dia udah tenang sekarang”

Aku bingung dan bertanya pada diriku sendiri, “kapan giliranmu?”

Pulang-puang dari sana, aku melihat mamah sedang masak di dapur, ah rasanya, bahagia sekali. Kulihat papah sedang asyik menonton tv, tidak terhitung bahagianya.

“Ya Allah aku masih hidup!”

Saat diam dan mencoba menarik nafas dalam-dalam, aku bersyukur. Aku takut. Aku belum banyak beribadah, aku masih lalai, aku belum pakai kerudung (saat itu), aku belum banyak melakukan sesuatu. Aku mau ngerasain UASBN dulu. Aku pingin pakai baju putih biru dulu. Banyyakk sekali yang aku mau.

Perasaan itulah yang aku pikirkan saat itu, sekarang sudah 6tahun berlalu, dan aku masih mengingatnya.

Termakasih Tiwi, kepergianmu mengajarkan orang-orang yang kau tinggalkan kaya aku, kalau kematian itu tidak mengenal waktu, tidak mengenal usia, tidak mengenal keadaan. Hari itu kamu, suatu saat nanti aku. Aku yang akan dimandikan, dikafani dan diantarkan, kemudan ditinggalkan oleh-oleh orang-orang.

Semoga Allah mengampuni dosamu, dosaku, dan dosa kita seua yang kau tinggalkan, aamiin

Waktu Pagi

Setelah sore, waktu yang paling kusuka adalah waktu pagi :).

Di pagi hari, udara masih terasa segar, sesuatu yang mungkin akan susah sekali dirasakan menjelang pukul 9 dan seterusnya. Ya, aku emang pecinta udara segar, cintanya tuh cinta banget, masih inget tentang keinginanku untuk tinggal di desa? :p.

Terkadang ada perasaan damai sendiri saat waktu pagiku ngga penuh dengan kesibukan – kesibukan, yah begitulah. Kalo di rumah, biasanya mama nyuruh aku ke warung beli sayur, ya dan jangan bayangin aku dateng ke warung terus dilayani lalu bayar dan pulang ya, nggak! Terkadang aku harus mengantri dulu dengan para ibu – ibu yang juga sama buru – buru buat masakin keluarganya sarapan, atau kadang mikir dulu “tadi mama nyuruh beli apa yaaa?-_- hehe *kalo lupa* “, dst. Dan juga biasanya kalo mau kuliah, beberes ini beberes itu, ngerjain tugas yang semalam belum selesai karena ketiduran dll. Atau nggak kalo lagi di asrama, biasanya kalo pagi itu……nyuci!!. haaaaa, pokonya kalo pagi – pagi bisa tenang tanpa ngapa – ngapain itu…..superb!

Di pagi hari, kalo waktuku ngga sibuk, aku suka duduk di deket jendela atau di teras rumah, sambil ngeliat matahari yang perlahan terbit, dari langit yang gelap, kemerah merahan, kuning dan kemudian biru bersinar 🙂 bagiku itu nikmaaat banget, entah kenapa.

Ohya, karena di pagi hari kita juga dianjurkan atau bahkan dlarang untuk jangan tidur lagi, kecuali dengan alasan yang sangat mendesak. Emang kadang susaah banget nahan mata untuk ngga mengantuk, pengennya tidur lagi kalo abis shubuh, astaghfirullah!. Makanya aku suka menghirup udara segar pagi hari, kenapa?. Karena saat mengantuk, otak kita itu lagi kekurangan asupan oksigen, makanya dengan menghirup udara yang segar di pagi hari, kita bisa menghilangkan ngantuk :). #mardianatipsdotcom :p

Sambil itu pula terkadang aku menyusun hal – hal apa aja yang akan aku lakuin hari itu, mengoreksi kesalahanku sehari yang lalu, dzikir pagi yang sangat dianjurkan, dan lain sebagainya:)

ya karena hidup banyak rasa, menikmati pagi termasuk yang paling kusuka 🙂 Selamat Pagiiiii~

pagi
suatu pagi dari jendela di asrama

Mardiana Zulfa, pecinta pagi~